Analisa Perbandingan Lantai Dak Metal Komposit (floordeck), Keramik Komposit Beton (keraton) dan Dak Konvensional.

April 9, 2011 pukul 1:29 pm | Ditulis dalam Deck, Multi Niaga Cv | 8 Komentar

Semakin Sempitnya lahan untuk areal perumahan mendorong pengembang saat in menciptakan rumah mungil dengan desain minimalis. Didukung oleh trend minimalis saat ini maka semakin menambah maraknya pengembangan rumah minimalis.

Dengan kondisi seperti ini maka tidak dapat dipungkiri pengembangan lahan rumah / bangunan akan mendorong para pemilik rumah untuk membuat bangunan bertingkat demi memenuhi kebutuhan penambahan ruang.

Saat ini semakin banyak alternatif bahan maupun sistem pembuatan untuk lantai dak, oleh karena itu pertimbangan kebutuhan maupun aspek biaya menjadi tolok ukur untuk memilih bahan dan sistem pembuatan lantai dak.

Berikut ini perbandingan antara  sistem pembuatan lantai dak yang ada;

Lantai Dak Konvesional.

Pelat lantai beton yang umum dilakukan pada saat inimenggunakan material utama yaitu besi dan beton. Beton merupakan campuran dari semen, pasir, koral/batu split dan air dengan komposisi tertentu

Cara pengerjaan sistem dak konvensional yaitu diawali dengan pembesiaan dan pemasangan cetakan plat lantai beton. Cetakan lantai beton disangga oleh scafolding atau perancah yang umumnya berupa bambu atau kayu dolken, tatakan atau cetakan biasanya dari triplek atau papan yang dipasang didasar cetakan yang kemudian disangga oleh scafoldinng atau perancah. Pembesiaan pada badan lantai dan kolom diikat oleh kawat beton yang kemudian dicor secara bersamaan dengan merata.

Adukan beton bisa dibuat sendiri secara manual atau dengan molen, bisa juga dengan menggunakan Readymix yaitu adukan beton yang sudah jadi atu sering disebut dengan beton curah.

Untuk biaya pembuatan lantai dak beton konvensional ini bervariasi tergantung dari kualitas dan pengerjaannya, umumnya untuk dak dengan kualitas beton kualitas 3 dikisaran Rp 400.000,- s/d Rp. 450.000,-/m2  sedangkan untuk kualitas 1 dikisaran Rp. 700.000,- s/d Rp. 1.000.000,-/m2

Lantai dak Metal Komposit (floordeck)

Inovasi dari  dack beton  yang merupakan penyempurnaan dari dak beton konvensional dan merupakan pengganti bahan triplek untuk pengecoran beton yang ada dipasaran, Floordeck memiliki kelebihan karena menggunakan material plat baja galvanized yg didesign bertulang sehingga berfungsi ganda baik sebagai pengganti triplek maupun tulangan negatif.

Floordeck lebih mudah dalam pemasangan, baik pada konstruksi beton ataupun pada konstruksi baja, dapat menghemat semen, bekisting dan perancah hingga 25 %. dari segi segi biaya total lebih hemat sampai dengan 8% dibanding dak konvensional.

Sangat efisien dalam waktu dan tenaga pemasangan dengan material yang benar – benar kuat dan pekerjaan luas. Untuk kisaran biaya pemasangan lantai dak dengan menggunakan floordeck berada dikisaran Rp. 410.000,-/m2

Untuk perbandingan perhitungan biaya antara floordeck dan lantai dak konvensional. dapat dilihat pada link dibawah ini ;

Perbandingan biaya pembuatan lantai dak konvensional dan floordeck/pdf

Lantai Dak Keramik Komposit Beton (KERATON)

Keramik komposit beton atau KERATON dan mempunyai banyak nama dagang DAK BETON KERATON atau DAK KERATON atau BATA KERATON dan lain-lain sebenarnya merupakan pelat rusuk. Bentuk dan bahan pembuat keraton menyerupai balok bata, tetapi bagian tengahnya berlubang-lubang. Lubang ini bukanlah sembarang lubang, melainkan konstruksi yang sudah dihitung dengan tepat, sehingga membuat bahan ini kuat digunakan sebagai pelat lantai. Keraton yang baik adalah campuran tanah liat yang dipanasi sampai diatas 1000 derajat celcius.

Keberadaan lubang atau rongga ternyata dapat mengurangi berat keraton dibanding beton masif konvesional. Selain itu, penggunaan keraton juga dapat menghemat besi beton hingga 70%, jika pemasangannya  menggunakan teknik pelat satu arah /one way slab. Dengan demikian konstruksi keraton merupakan struktur pelat lantai bangunan bertingkat yang efisien, praktis dan ekonomis.

Dari aspek biaya pembuatan lantai dak keraton berkisar diantara Rp. 400.000,-/m2 dengan menggunakan keraton 10 cm dengan ketebalan jadi 12 cm dan untuk penggunaan keraton 12 cm dengan ketebalan jadi 14 cm Rp.420.000,-/m2.

Jika kita melihat perbandingan dari segi spek, tingkat efisiensi dan biaya masing masing memiliki keunggulan tersendiri, hal ini tergantung dari tujuan dan luasan pembuatan dak itu sendiri. pilihan tetap ditangan anda.

8 Komentar »

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

  1. Dh,
    Mohon informasi……..
    Apakah floordeck bisa dilakukan pemasangan diperumahan,jika dibawahnya masih ada kegiatan

    Berapa lama untuk pemasangan +/-50 m2

    trim’s

    • Untuk pertanyaan bapak sudah kami jawab melalui email. terima kasih

  2. saya tinggal di balikpapan.
    saya perlukan dak keraton untuk ukuran lantai 6 x 10,5 m.berapa yang saya perlukan?
    apa dak keraton sudah ada di kota saya?
    dimana saya bisa membelinya?
    terimakasih.

    • Terima kasih atas pertanyaannya bu,

      Untuk kebutuhan luas lantai dak 63m2, dibuthkan keraton +/- 1.134 pcs, isi keraton = 18pc / m2, Kemungkinan dak keraton sudah ada dikota ibu, mungkin ibu bisa cek di toko bangunan yang memang menyediakan produk bahan bangunan dari tanah liat.

  3. salam,

    sy tinggal dibandung,
    mohon informasinya, untuk dak pengganti atap, jika memakai dak keraton, tahan terhadap kebocoran jika hujan ngga?. terimakasih banyak…

    • salam,

      Untuk pemakain lantai dak dengan menggunakan keraton, apabila pengerjaannya dan material yang digunakan sesuai digunakan baik dan benar maka lantai dak tidak akan bocor, dianjurkan perangkaian keraton dengan menggunakan mortar dan ditutup dengan menggunakan water proof seperti sika raintite sebelum rangkaian keraton yang terpasang ditutup oleh adukan semen.

  4. Salam kenal pak!
    Saya sedang merencanakan membangun lantai 2 rumah seluas kira2 27-30m2. Karena pengerjaan dak lantai 2 biasanya membutuhkan material inti dan pembantu yang banyak dan tidak efisien, serta lamanya pengerjaan (apalagi di musim hujan), saya berpikir untuk mencari alternatif pengerjaan dak lantai 2 dengan material sejenis dak keraton. Hanya saya hingga sekarang masih ragu karena masih banyak orang sipil yang berpendapat bahwa dak konvensional masih tetap unggul secara struktur, sedangkan material sejenis dak keraton ini belum mampu menggantikannya.
    Mohon penjelasan Bapak bagaimana mengantisipasi hal ini, kemampuan beban dak keraton sbg lantai bertingkat dll? Prosesnya sendiri saya cukup paham setelah melihat peragaan produk sejenis.
    Terima kasih sebelumnya atas penjelasannya.

    • Salam Kenal Pak,

      Saya akan berusaha untuk memberikan informasi mengenai kemampuan dak keraton dalam kapasitas sebagai alternatif lantai dak masif (konvensional),Keramik ini mempunyai rongga yang bila diperhatikan secara seksama menyerupai huruf “V”. Dalam keadaan terpasang, rongga “V” ini seakan-akan menumpu beban yang ada diatasnya. Untuk membuat pelat, keraton ini dirangkai dengan campuran semen pasir (beton) dan direkatkan dengan beton.
      Keraton merupakan sebuah plat rusuk untuk kemudian dirakit menjadi balok2 yang telah disisipi tulangan sebagai tulangan tarik. Rangkaian dari balok2 yang terrangkai dari keraton ini lah yang nanti akan menjadi plat lantai yang akan disatukan oleh adukan mortar dgn ketebalan 3 cm. Perbedaan yang mendasar antara dak masif dan dak keraton salah satunya adalh dak keraton menggunakan sistem penulangan 1 arah, sedangkan dak masif menggunakan tulangan 2 arah, alam perhitungan struktur yang sesuai dengan SK SNI T-15-1991-03 dikenal adanya penulangan pelat/dak lantai satu arah dan dua arah. Menurut Istimawan Dipohusodo (dalam bukunya struktur beton bertulang) yang disebut dengan penulangan satu arah adalah penulangan yang dipasang pada arah tegak lurus terhadap dukungan (balok) atau penulangan yang didukung pada dua tepi yang berhadapan sedemikian hingga lenturan timbul hanya dalam satu arah, yaitu pada arah yang tegak lurus terhadap arah dukungan tepi. Karena itu pelat/dak lantai tersebut hanya didukung pada kedua sisinya.
      Lazimnya penulangan satu arah dilakukan apabila perbandingan sisi panjang terhadap sisi pendek pelat lantai yang saling tegak lurus lebih besar dari 2.
      Untuk KERATON, tulangan diambil pada sisi yang pendek. Bila ukuran pelat lantai 6×3 meter, maka tulangannya diambil pada sisi arah tegak lurus sisi terpanjangnya. Dengan demikian keraton akan mempunyai bentang 3 meter.
      Sedangkan yang disebut dengan tulangan dua arah adalah penulangan yang didukung oleh keempat sisi pelat/dak lantai beton. Lenturan yang akan timbul yaitu lenturan pada dua arah yang saling tegak lurus.

      >Kekuatan material sudah diuji di laboratorium yang mendapat bahwa keraton akan melendut pada beban diatas 600 kg/m2, terutama pada bentangan diatas 4 meter Hasil ini sesuai dengan loading Test-II No. LB/BPPPU/001-12/IX/9906.09.99

      >Keberadaan Rongga didalam KERATON akan memudahkan kita untuk menangkap “signal” bila pelat/dak beton itu akan runtuh. Hal ini bisa diibaratkan dengan sepotong bambu yang akan patah, maka bambu tersebut akan memberikan suara “KREK” sebelum dia akan patah. Berbeda jika kayu yang akan patah, signal itu tidak ada karena kayu tidak punya rongga didalamnya, jika patah dia akan langsung patah.

      >Bobot ringan membuat struktur ini aman sebagai struktur tahan gempa. Bila ada gempa dan terjadi keruntuhan maka keruntuhannya tidak dalam bentuk lempengan besar dan berat.


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: